Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Thursday, September 6, 2012

Hai..
Kenapa kamu tiba-tiba muncul & kembali mengacak-acak semua yang sudah berhasil aku kendalikan?
Ah, apa aku yang terlalu menganggap ini berlebihan?
Entahlah, aku tak tahu perasaan apa ini namanya..
Apa yang harus aku lakukan dengan ini semua?
Menganggapmu tak pernah ada dalam hidupku?
Atau menghapus semua tanpa tersisa?
Tapi Zarry berkata seperti ini:

"Manusia diberikan kenangan bukan tanpa tujuan. Kita memerlukan kenangan supaya kita dapat tergerak untuk membuat hari depan bisa lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya. Seperti langkah pertama menentukan perjalanan, seperti kalimat pertama menentukan seisi buku. Jika ada orang yang meninggalkanmu, tentu bukan sesuatu yang aneh bila ada kenangan. Maka janganlah menghapus kenangan itu, karena kaupun tahu kau tak mampu. Simpanlah kenangan itu ke tempat di mana kau tak ingin menyentuhnya lagi, kemudian mulailah menerima hidup dengan dimulai dari memaafkan hari kemarin."
Jangan menghakimi dirimu sendiri hanya karena hari-hari yang lalu, sebab hari ini adalah hadiah, dan supaya hari-hari depan tidak menjadi sama dengan hukuman.
Akupun terdiam sejenak ketika membaca semua itu..
Lalu......
Yaa memang kuncinya adalah memaafkan kemudian mulai menerima jalan hidup yang Tuhan berikan, sepahit apapun itu.
Ikhlas ya ikhlas..
&temukan seseorang yang memang pantas mendapatkanku.



Salam,

Aku yang sedang diacak-acak oleh kenangan~


Thursday, August 2, 2012

Bahagia Menanti

Saat gelap meraja
Ketika semua terasa
Tak seperti yang ku bayangkan
Tak seindah yang ku impikan

Kini aku sendiri hanya berteman sepi
Tanpa arah ku menuju berharap cepat berlalu
Jalan cerita ini apakah yang kan terjadi
Walau selalu kan ku yakini
Bahagia Menanti

Kala hening bersuara
Terbawa angan tak mengarah
Tak seperti yang ku bayangkan
Tak seindah yang ku impikan

Kini aku sendiri hanya berteman sepi
Tanpa arah ku menuju berharap cepat berlalu
Jalan cerita ini apakah yang kan terjadi
Walau selalu kan ku yakini
Bahagia Menanti

Satu hari nanti
Percaya akan tiba
Saat ku jelang Bahagia...

Tanpa arah ku menuju berharap cepat berlalu
Jalan cerita ini akankah berakhir sedih
Walau selalu kan ku yakini
Selamanya kan ku yakini Bahagia Menanti



Bahagia Menanti - Radhini

Saturday, July 28, 2012

Someday..

When we were young we did not realise our youth
When we loved we did not realise our love for each other
But now returning to the past
Back then we were that young, and loved that way
Most of the memories have gone with the tear-filled river of time
Slowly flowing away
But now returning to the past
The youth and love of the past was so precious
Someday, we will meet again
Even though we don’t know where we will go
Someday, we will meet again
With already separated identities…
When we were young we forgot our youth
When we loved we saw it as too boring
But now thinking back
Back then we were that young, and loved that way
Someday, we will meet again
Even though we don’t know where we will go
Someday, we will meet again
With already separated identities…
Someday, we will meet again
Someday, we will meet again
Just like this, just like this
Someday, we will meet again
Even though we don’t know where we will go
Someday, we will meet again
With already separated identities…



Someday (English translate) by: Super Junior

Thursday, July 26, 2012

Tanyaku Kepadamu...

Begitu berharganya kah ia di matamu?
Hingga kamu kembali kepadanya?

Begitu berharganya kah pelukannya?
Hingga kamu kembali lagi ke pelukannya?

Begitu berharganya kah genggaman tangannya?
Hingga kamu kembali menggenggam tangannya?

Begitu berharganya kah untaian kata-kata cinta darinya?
Hingga kamu kembali terhanyut dalam untaian kata-kata cinta darinya?

Begitu berharga kah semua kenangan itu?
Hingga kamu kembali mengulang semua kenangan itu saat ini?

Begitu berharganya kah masa lalumu?
Hingga kamu kembali menjalani kisah yang sama (lagi)?

Semua ku kembalikan kepadamu, karena kamu memang bukan masa depanku.
Ini hak mu untuk menjalani hidup seperti itu, jika memang yang aku pertanyakan adalah benar.
Bahagiakan dia (lagi) seperti dulu saat kamu membahagiakanku.
Jangan sakiti dia seperti dulu saat kamu menyakitiku.
Memang bukan hak ku untuk mengajarimu seperti ini.
Ini semua hanya pendapat yang memang ingin aku utarakan dari lama.
Haha jangan khawatir aku dalam keadaan baik-baik saja dan gembira saat menulis ini.



- Ayu Saila.

“Setidaknya aku telah mengunakan kesempatanku dengan baik saat kita bersama, mencintai dan menyayangi kamu pada kurun waktu yang sedemikian cepatnya. Walau pun pada akhirnya harus berakhir dengan segudang kesedihan. aku tidak menyesal, karna dengan mencintaimu aku menemukan diriku berada di dalam berkah semesta yang luar biasa indahnya.”



- babikbinal

Tuesday, June 19, 2012

Andai kenangan bisa kusimpan di laci.  Jika perlu, baru kubuka sewaktu-waktu. Tak perlu melekat di kepala seperti ini.



- Rahne Putri

Monday, June 11, 2012

HOW LUCKY YOU ARE, I ENVY YOU SO MUCH!

Kalimat itu yang langsung terbersit di kepala saya sesaat setelah membaca blognya Falla Adinda http://doctorbebek.blogspot.com woooww wooooww beruntungnya dia punya mantan seperti itu. Hebatnya mereka berdua masih berhubungan baik sampai sekarang. 

Bisa menjalin hubungan yang sangat baik dengan mantan adalah suatu prestasi yang sangat baik haha bagaimana tidak, harus bertemu dengan orang yang dulu disayang, kembali teringat masa-masa saat bersama, masa dimana bukan hanya hal-hal menyenangkan saja tetapi hal-hal yang menyakitkan juga, melepaskan ego untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain, dan lain sebagainya. Tidak semua orang bisa melakukan itu semua, tidak bermusuhan dan saling menjelekkan satu sama lain saja itu sudah sangat bagus :'))

Saya pribadi bukan tipe orang yang gampang sekali memafkan kesalahan seseorang. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memaafkan dengan sepenuh hati dan tentu saja ikhlas. Bukannya pendendam, tapi menurut saya menyakiti perasaan seseorang itu bukan hal yang sepele. Seharusnya "lo harus bisa jaga perasaan orang lain" setelah kamu bisa melakukan itu pasti tidak akan ada perasaan yang terluka. Tidak susah toh untuk bisa saling menjaga perasaan masing-masing? Tetapi jika memang terlanjur ada yang tersakiti, mau tidak mau memang harus memafkan dan melupakan semua itu kemudian kembali menjalani hidup seperti sebelum hati kalian tersakiti. Yaa itulah hidup kawan, jalani saja dengan senang hati :p

Makanya saya heran, nganga, bengong, salut bukan main sama mantan-mantan pasangan yang masih bisa berhubungan dengan baik setelah tidak terikat komitmen apapun, bukan "balikan" yang saya maksud disini. Balikan itu lain lagi ceritanya HAHAHAHA! Hmm..  yayayayaa tidak usah dibahas :|

Well, bersyukurlah kalian yang memiliki nasib yang beruntung seperti Falla contohnya. Tapi jika tidak seberuntung Falla yaa tetaplah untuk bersyukur juga. Kita memiliki jalan hidup masing-masing. Tuhan sudah menuliskan cerita indah untuk kita semua.

Amen? yes BIG Amen. O:)



Good night, You! :))

Friday, May 11, 2012

I'm fallin in love with this words. Totally beautiful word <3


Halo wajah yang akan aku cinta
Boleh aku tahu rupamu seperti apa?
Segala kanvas sudah siap
Langit pun sudah bersedia kuwarnai 
Terduduk ku disini memegang kuas
Dan terselip doa di setiap reruas
Dengan senyum yang meluap luap
Parasmu akan selalu kunanti
Hingga nanti terlekat dan tak akan terganti.
:)

by: Rahne Putri

Thursday, May 10, 2012

Semoga Tidak Kamu Lagi

Jujur saat saya membaca tulisan dari Zarry Hendrik ini di Tumblr, ada rasa gimana gitu. Tulisan ini begitu mudahnya membawa saya merasakan seperti apa yang tertera didalamnya. I love all of Zarry's post on Tumblr http://zarryhendrik.tumblr.com <3



Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.


Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.


Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.





ps: saya sedang tidak dalam keadaan galau atau apapun itu ;p

Sunday, April 15, 2012

You will never know how man loves his woman

Ini bukan tulisan saya, pagi ini saya iseng blog walking.. Kemudian menemukan tulisan ini di http://doctorbebek.blogspot.com oh deeeym saya tersentuh membacanya *halah* ada baiknya saya membagi ketersentuhan saya kepada kalian hehe..


"Mungkin kalian para wanita berpikir bahwa kami selalu menginginkan wanita hanya berdasarkan fisik yang tampak oleh mata.
Cantik, seksi, sedap dipandang mata, elegan, imut, dan segala embel embel lainnya...

Tapi tahukah kalian bahwa itu hanyalah sebuah kriteria awal??


Memang pada awalnya, kami mem-pdkt kalian karena faktor itu. Tapi begitu sudah masuk jenjang berpacaran, kami jauh lebih memilih hati kalian daripada fisik kalian


Kami setuju dengan pandangan kalian bahwa wanita mana yang gak matre. Tapi kalau di awal kalian sudah menunjukkan kematrean kalian, kita akan berpikir dua kali. Sebab nanti kitalah kaum cowo yang akan membiayai biaya shopping dan hidup kalian, hehehe


Kalian juga berkata : cowo itu egois, tidak perhatian!

Cowo lebih mengutamakan pekerjaan daripada wanitanya.

Mari kita sederhanakan saja begini, wanita mana yang gak mau hidupnya bahagia?

Wanita mana yang mau hidupnya melarat?
Dan pria mana yang tega melihat wanitanya menderita?

Taukah kalian, bahwa kita mengutamakan kerja demi anak istri di masa depan?

Supaya kalian bisa hidup bahagia? Inilah bentuk perhatian kita yang sesungguhnya

Mungkin kalian berpikir bahwa pria akan meninggalkan kalian saat kalian sudah tua dan tidak cantik lagi. Tapi ketauilah pria juga punya perasaan tidak hanya logika, sebab dari kalianlah kami mendapat keturunan, sebab dari kalianlah kami mendapatkan support dan perhatian. Kecantikan tidaklah abadi, namun perhatian dan kasih sayang kalianlah yang abadi.


Dan kami lebih memilih perhatian kalian untuk membahagiakan kami.


Mungkin kalian benci pada saat pria lebih memilih tidur daripada harus menelpon kalian selama berjam2...

Kalian berfikir kami tidak memperhatikan kalian.
Namun pernahkah terlintas dlm benakmu hai wanita kalau priamu hanya ingin istirahat sejenak, setelah seharian bekerja mati-matian demi menafkahi kalian.
Meskipun seringkali kalian beralibi "Cukuplah telpon barang sejam-duajam. Tidak lebih!"
Mungkin kalian juga marah saat kita mengomel karna harus mendampingi kalian berjam2 di mall dan salon, tapi taukah kalian kalau sebenarnya kita lebih suka berdua dengan kalian di rumah atau di kos melakukan kegiatan bersama. Kami tidak keberatan koq, sebab kami yakin kalian juga pasti tak akan keberatan saat kalian menemani kami futsal

Tapi, tidakkah kalian ingat. Terkadang saat kalian pamit pergi ke mall atau salon, kami sering menyisipkan sepatah kalimat ini di sela2 sms kami yang singkat :

"hati-hati di jalan!"
"kabari kalo sudah sampai!"
"jaga diri!" dan bla bla bla...
Tapi taukah kalian di tengah singkatnya sms kami itu, itu adalah sebentuk perhatian yang super dalam dari lubuk hati kami yang terdalam yang hendak mengatakan “I Love you so much”.

Saat kalian bertengkar dgn kami, kami hanya terdiam dan memilih tidur daripada harus berdebat dengan kalian. Namun tahukah kalian kenapa kami melakukan itu semua? Itu semua hanya karna kami ingin mengalah dan tidak ingin masalah kita semakin panjang. Sebab kami mengasihi kalian.


Saat kalian memutuskan kami dan dalam hitungan minggu dan kalian sudah mempunyai seseorang yang dekat dgn kalian, tahukah kalian bahwa kami tidak pernah membenci kalian, justru kami turut bahagia, karna artinya kalian sudah bisa melupakan kami dan tidaklah larut dalam kesedihan kalian


Kami memang menggunakan logika, itu kodrat pria.

Tapi bukan berarti kami tak berperasaan.
Kami tetap berusaha menjaga perasaan kalian sepenuh hati, walaupun perasaan kami terkadang terkesan kaku.

Kami tidaklah menuntut macam-macam, hanyalah sedikit perhatian.

Dan juga tdk arogan, hanya menginginkan sesuatu yang terbaik bagi kalian, walau terkadang terkesan egois.

Karena sebenarnya wahai para wanita, bersama kalian sdh cukup untuk membahagikan kami..."

Sunday, March 18, 2012

Oh Sigh..

Kenapa? Kenapa? Kenapa? Ya cuma kenapa dan kenapa yang ada dipikiran gue saat ini.
Heran sama kelakuan laki-laki di dunia perpacaran dan dunia setelah putus *halah*
Kenapa gue bisa mikir gitu? Karena emang kenyataannya begitu..
Kenapa laki-laki itu...
Mereka kurang peka sama kemauan pacarnya?
Mereka ngga mau denger apapun itu?
Mereka terlalu menyepelekan sesuatu?
Mereka tidak peduli dengan hal kecil apapun itu?
Mereka egois?
Mereka senang sibuk sendiri?
Mereka dengan mudahnya melupakan?
Mereka dengan mudahnya dapat pengganti yang baru?
Dan masih banyak kenapa lainnya yang mungkin kalian juga pikirkan.
Aaaarrgggh! Apa karena mereka melakukan semua berdasarkan logika? Tidak seperti kebanyak wanita yang kebanyakan melakukan semua berdasarkan rasa dan perasaan. Oh sigh!


Itu semua cuma kesimpulan gue, memang ngga semua laki-laki seperti itu. Beruntunglah kalian yang mendapatkan pasangan bukan kaya yang gue tulis diatas hehe..


Selamat malam senin! :):)

Saturday, March 17, 2012

Bertahan atau Meninggalkan

Belakangan ini saya mendapati banyak fenomena galau antara bertahan atau meninggalkan? Ini ada beberapa quote sederhana dari twitter tapi bagus banget buat pertimbangan kalian dalam mengambil keputusan *sedab* :p

Satu alasan kuat untuk bertahan, seribu alasan sepele untuk meninggalkan. Mana yang kau pilih.
Hanya masalah waktu kita akan sama-sama lelah dengan semua ketidaksepakatan ini. Hanya masalah waktu.
Rasa bimbang itu muncul ketika bertahan dan berhenti sama-sama menyakiti.
Jika bertahan artinya menyakiti diri sendiri, berhentilah.
Ada saatnya kita bertahan. Ada saatnya juga untuk kita memperjuangkan. Dan kadang ada pula saatnya untuk kita saling melepaskan.
Kamu selalu punya pilihan untuk bertahan atau meninggalkan. Ambil yang tepat dan di waktu yang tepat.


- @benzbara_ & @popokman :))

“Love never dies a natural death. It dies because we don't know how to replenish its source. It dies of blindness and errors and betrayals. It dies of illness and wounds; it dies of weariness, of witherings, of tarnishings.” 



 - Anaïs Nin

Tuesday, March 13, 2012

CINTA..
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata "Aku turut berbahagia untukmu".


-Khalil Gibran

Sunday, March 11, 2012

Malas sebenarnya jika akhirnya harus seperti ini.
Seakan-akan aku yang selalu salah kemarin-kemarin.
Aku tidak akan bersikap seperti itu jika kamu tidak memperlakukanku seenakmu.
Seharusnya kamu sadar, kenapa aku sampai bersikap seperti itu.
Bukannya memojokkanku, melimpahkan semua kesalahan kepadaku.
Kamu tidak sedewasa usiamu, bukannya aku sok dewasa.
Tapi itulah kenyataannya.
Terserah mereka akan menganggapku apa.
Tuhan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.

Wednesday, March 7, 2012

No Relationship is Perfect.

"No relationship is perfect, ever. There always some ways you have to bend, to compromise, to give something up in order to gain something greater.. The love we have for each other is bigger than these small differences. And that's key. It's like a big pie chart, and the love in a relationship has to be the biggest piece. Love can make up for a lot."




-Sarah Dessen
Aku hanya mampu bertahan sampai sini.
Lelah dengan semua kepura-puraanku yang sok kuat, sok mampu melewati masa-masa kemarin.
Untuk apa aku berusaha mempertahankannya sendiri.
Aku jengkel dengan perubahanmu itu.
Aku kesal dengan sikapmu itu.
Aku tidak akan menyesal karena pernah memilihmu,
tapi jika boleh aku kembali ke masa lalu mungkin aku tidak akan memilihmu.
oh sama saja ya itu? Ya itu yang aku mau.
Ah sudahlah nyatanya ini semua sudah berakhir.
Akan aku jadikan ini sebagai pelajaran.
Terima kasih untuk segalanya.
Jalani hidupmu dengan baik.
Semoga kamu akan selalu ingat aku, bukan kita.



Pilihanku adalah mencintaimu, namun jika akhirnya aku harus patah hati, aku tidak akan menyesalinya.. Karena patah hati bukan pilihanku.

... Tidak apa jika memang harus berakhir, yang penting kita sudah berusaha.. Berusaha untuk dicintai & mencintai, walau gagal.

-@wira_panda



I'll keep those memories with you. I don't want to stick with you. We are not belong together even lately we've been together. You lost me, you lost me, YOU LOST ME!


I'm fine and everything will be just fine! :)

Saturday, March 3, 2012

Entah...

Entah apa yang ada dipikiranku saat ini.
Aku terombang ambing oleh perasaanku sendiri.
Perasaan dimana merasa sangat lelah, merasa tak ada yang mempedulikanku, merasa sendiri diantara hiruk pikuk keramaian.
Ingin rasanya berteriak didepan wajahmu yang membuatku seperti ini, berteriak: "KAMU JAHAT!"
Namun aku tak sanggup.
Oh, bukan tak sanggup. Tapi tidak sempatnya waktu mempertemukan kita.
Aku mencoba tersenyum untuk menghadapi ini semua.
Menyibukkan diri sendiri salah satu caranya.
Ah sial ternyata cara itu tidak berhasil, saat diam aku makin merasa terpuruk dengan perasaanku sendiri.
Selalu kubilang pada airmataku untuk jangan mengalir, jangaaannn.. untuk apa?!
Biarlah waktu yang akan menjawab dan menyelesaikan semua ini.



Get well soon, hati! :)

Thursday, March 1, 2012

Demi...

"Demi memutar roda hidup, aku harus melatih kesabaran untuk tidak berjumpa denganmu. Namun hari yang tanpamu, aku tetap tidak suka."




-@karizunique

Mulai..

"Mulai sekarang, aku akan menyayangimu biasa saja."



-@monstereza